google-site-verification: googlec5777bca784da383.html Rumah Seribu Cermin | editan blog

Dahulu, di sebuah desa kecil yang terpencil, ada sebuah rumah yang dikenal
dengan nama "Rumah Seribu Cermin." Suatu hari seekor anjing kecil sedang berjalan-jalan di desa itu dan melintasi "Rumah Seribu Cermin".
Ia tertarik pada rumah itu dan memutuskan untuk masuk melihat-lihat apa yang
ada di dalamnya.

Sambil melompat-lompat ceria ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu
depan. Telinga terangkat tinggi-tinggi. Ekornya bergerak-gerak secepat mungkin.

Betapa terkejutnya ia ketika masuk ke dalam rumah, ia melihat ada seribu
wajah ceria anjing-anjing kecil dengan ekor yang bergerak-gerak cepat.
Ia tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing kecil itu juga membalas dengan
senyum lebar, hangat dan bersahabat.

Ketika ia meninggalkan rumah itu, ia berkata pada dirinya sendiri, "Tempat
ini sangat menyenangkan. Suatu saat saya akan kembali mengunjunginya
sesering mungkin."

Sesaat setelah anjing itu pergi, datanglah anjing kecil yang lain.
Namun, anjing yang satu ini tidak seceria anjing yang sebelumnya. Ia juga
memasuki rumah itu.

Dengan perlahan ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu.
Ketika berada di dalam, ia terkejut melihat ada seribu wajah anjing kecil
yang muram dan tidak bersahabat. Segera saja ia menyalak keras-keras, dan dibalas juga dengan seribu gonggongan yang menyeramkan.

Ia merasa ketakutan dan keluar dari rumah sambil berkata pada dirinya
sendiri, "Tempat ini sungguh menakutkan, saya takkan pernah mau kembali ke
sini lagi."

Seringkali gambaran atau kesan tentang wajah yang ada di dunia ini, yang
kita lihat ... adalah cermin gambaran dan kesan dari wajah kita sendiri.
Kalau kita mengesankan keramahan, maka dunia akan tampak ramah...
Kalau dunia terasa suram, mungkin itu karena kesan yang kita berikan...

So, wajah bagaimanakah yang tampak pada orang-orang yang kita jumpai?
Yang terlihat itu adalah gambaran wajah kita di mata orang lain ...
Buktikan sendiri ... :)